Siswa Seminari St Yohanes Maria Vianey Puji Warga Sei Utik Kapuas Hulu

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Siswa Seminari St Yohanes Maria Vianey Puji Warga Sei Utik Kapuas Hulu



Foto: Siswa seminari st. YOHANES Maria Vianey ditemani oleh Pastor Fabianus Rikardus, CM Suster, Dominika,CP, Ibu Rufina Sekunda, S.Pd Duta Rumah Belajar Kalimantan Barat.



SINTANG - 17 siswa Seminari st. Yohanes Maria Vianey Keuskupan Sintang menggunakan Bus Sekolah mengunjungi 

Rumah Betang Sungai Ukit di Kecamatan Putusibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu.


Kedatangan siswa seminari st.yohanes maria vianey disambut hangat oleh warga rumah betang karena mayoritas penghuni betang beragama katolik.


Kakek Janggut dengan senang berbagi cerita dan pengalaman beliau selama mendiami rumah betang.


Pastor Fabianus Rikardus,CM selaku Pembina mengatakan penting bagi siswa seminari yang juga merupakan siswa di SMA Panca Setya Sintang, perlu mempelajari budaya, karena mereka harus mengerti dan mengenal budaya suatu kelompok suku atau masyarakat sangat erat dengan perilaku hidup manusia,  agar memudahkan tugas mereka sebagai imam katolik di masa mendatang.


Ada banyak hal menarik yang bisa di dapatkan di betang (rumah panjae) sungai utik.


Selain mengajarkan filosfi hidup suku dayak iban di rumah betang sungai utik, beliau juga bercerita bagaimana sungai utik bisa begitu memukau mata dunia dalam penghargaan Equator Prize dalam pekan sidang umum PBB KE 74 tahun 2019 di New York.


Apai Janggut atau biasa di panggil Kakek Janggut mengatakan konsep utama hidup mereka adalah Tanah yang di ibaratkan ibu

Hutan yang di ibaratkan ayah dan air yang di ibaratkan darah hidup.


Hal inilah yang membuat mereka bisa memenangkan  penghargaan dari PBB.

Dimana masyarakat sungai utik sukses mampu menjaga ribuan hektar hutan tempat mereka tinggal.