CORNELIS : SAYA SUDAH TEKEN PEMEKARAN WILAYAH SEJAK 2012

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

CORNELIS : SAYA SUDAH TEKEN PEMEKARAN WILAYAH SEJAK 2012

Laporan Kontributor Betang Raya Post Biro Sintang

SINTANG, BRP - Calon Gubernur Kalimantan Barat (Cagub Kalbar) nomor urut 2, dr. karolin Margret Natasa meminta masyarakat di wilayah timur provinsi ini, memahami betul alur cerita tentang pemekaran provinsi Kapuas Raya. Menurutnya, selama ini pemerintah provinsi Kalbar tidak pernah menghambat pemekaran Kapuas Raya.
"Dalam 10 tahun ini, pemprov Kalbar tidak pernah anti terhadap pemekaran. Hanya saja kewenangan itu kan bukan di tangan kita. Kita tidak bisa menjanjikan sesuatu yang bukan berada di tangan kita, itu tidak realistis kalau kewenangan bukan di tangan kita," jelas Karolin saat pengukuhan tim kampanye dan relawan Karol – Gidot di Sintang, Selasa (27/3).
Sebagai seorang politisi yang sudah berpengalaman di bidang pemerintahan karena pernah menjabat dua periode di DPR Ri, Karolin ingin focus mengkampanyekan visi dan misi yang realistis saat maju pada pilkada Kalbar 2018.
"Prioritas pembangunan tetap bagaimana membangun infrastruktur dan membuka akses keterisolasian masyarakat pedalaman. Lalu, pelayanan publik yang baik dan pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik itu termasuk pendidikan dan kesehatan," paparnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar Cornelis mengungkapkan, di Sintang isu pemekaran wilayah yang dikembangkan oleh calon lain cukup kencang di lontarkan kepada masyarakat, untuk meraih dukungan. Namun, dia mengatakan, bahwa masyarakat harus mengetahui untuk memekarkan suatu wilayah masih harus menunggu selesainya proses moratorium (penangguhan) pemekaran wilayah dari pemerintah pusat.
Menurutnya, jika ada yang mengangkat isu pemekaran provinsi di pilkada Kalbar itu artinya, tokoh tersebut masih minim pengalaman dalam pemerintahan.
"Kalau masih saja mengoreng isu tentang pemekaran Provinsi, berarti masih Cetek pengalamannya. Ada baiknya belajar dulu yang banyak baru mencalonkan diri sebagai Gubernur," tandas Cornelis.
Pada kesempatan itu, Cornelis yang juga sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan Karolin-Gidot Kalbar, mengingatkan kepada semua tim dan relawan yang ada agar bisa meredam isu yang berkembang dan memberikan penjelasan yang mendidik kepada masyarakat Sintang.
“Saya udah teken draft rencana pemekaran kapuas raya tahun 2012 lalu, semua sudah saya lakukan untuk pemekaran wilayah ini," sambungnya.
Sedangkan untuk penguatan mesin partai di pilkada klabar tahun ini, Cornelis meminta tim kampanye dan relawan yang ada di Kabupaten Sintang, untuk memaksimalkan kinerja dan memenangkan pasangan cagub dan cawagub nomor urut 2, Karolin dan Gidot.
“Saya yakin, dengan kebersamaan dan kekompakan tim dan relawan yang ada, kita bisa memenangkan Pilkada Kalbar 2018 ini," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis.
Cornelis menegaskan, selama dua periode dirinya menjadi Gubernur, Sintang memberikan sumbangsih kontribusi dukungan pada dirinya, untuk itu, Cornelis berharap, dukungan itu bisa diarahkan kepada pasangan Karolin-Gidot pada pilkada Kalbar 2018 ini.
"Selain itu, saat mencalonkan diri menjadi anggota DPR, suara Karolin di Sintang ini juga cukup besar, sehingga kita harap dukungan itu juga bisa diberikan kembali masyarakat Sintang untuk Karolin," pungkasnya.
MEDIA CENTER KAROL GIDOT


KADER PDI PERJUANGAN WAJIB MENANGKAN KAROL GIDOT
Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning menegaskan seluruh tim kampanye pasangan calon gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin-Gidot untuk tidak menjadi penghianat partai.
"Jangan jadi penghianat partai dengan membantah apa yang sudah diperintahkan partai. Sebagai kader, partai kita harus siap menjalankan apa yang sudah ditetapkan, khususnya pada proses pilkada," kata Ribka, saat memberikan arahan dari DPP PDI Perjuangan untuk tim kampanye pasangan calon Gubernur Kalbar nomor urut 2 di Kabupaten Sintang, Selasa (27/3).
Menurutnya, PDI Perjuangan telah menetapkan untuk mengusung pasangan Karolin-Gidot pada Pilkada Kalbar 2018 dan itu ditetapkan bukan tanpa alasan kuat karena telah melakukan seleksi yang cukup ketat.
"Ibu Mega sebagai ketua Umum PDI Perjuangan tidak pernah sembarangan menentukan siapa yang akan di usung oleh partai untuk setiap pencalonan kepala daerah. Sama halnya dengan menentukan Karolin-Gidot untuk Pilkada Kalbar, karena pasangan ini dinilai paling layak dan memiliki pengalaman yang matang sehingga diyakini mampu untuk memimpin Kalbar kedepan" tuturnya.
Untuk itu, katanya, karena partai sudah menetapkan siapa yang diusung, maka seluruh kader dan pengurus PDI Perjuangan di Kalbar dan 14 kabupaten/kota di dalamnya, harus menjalankan perintah partai dan berjuang memenangkan pasangan ini.
"Kalau sampai membelot, dan berkhianat, siap-siap saja dikeluarkan dari partai. Ibu Mega sudah sangat tegas, siapa yang berkhianat, langsung pangkas, kumpulkan yang loyal dan satukan kekuatan untuk memenangkan pertarungan," tandas Ribka.
Ditempat yang sama, Sri rahayu sebagai koordinator PDI Perjuangan wilayah Kalimantan mengatakan, karena PDI Perjuangan berkoalisi dengan Partai pendukung dan pengusung lainnya, diharapkan semua partai ini bisa bersama-sama dan solid menggerakkan mesin partainya.
"Kita memiliki tugas untuk bersama-sama mengawal dan menjaga proses pilkada di Kalbar ini, terutama dalam mengamankan suara dukungan dan surat suara setelah masa pencoblosan," ucapnya.
Saat ini, lanjutnya, DPS sudah diumumkan, untuk itu diharapkan semua parpol pengusung dan pendukung Karolin-Gidot agar bisa ikut mengecek dan ikut memastikan DPS tersebut, agar ketika ditetapkan menjadi DPT, data yang ada benar-benar sinkron.
"Wilayah Kalbar cukup luas dan banyak daerah yang sulit di jangkau, namun jika bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh kita bisa menggandeng masyarakat dalam memenangkan pasangan kebanggan kita ini," pungkasnya.
MEDIA CENTER KAROL GIDOT