Paska Penganiayaan Guru: Kapolsek Meliau Ingatkan Anak Tersangka Harus Sekolah

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Paska Penganiayaan Guru: Kapolsek Meliau Ingatkan Anak Tersangka Harus Sekolah

SANGGAU, BRP -  "Terima Kasih sudah datang Pak Sahdi..." Sambut Kapolsek Meliau Iptu MR. Pardosi, SH sambil menjabat tangan Kepala Sekolah SDN 31 Emplasmen PTPN XIII Gunung Meliau tersebut, diruangan Kapolsek pada hari Rabu, 7 Maret 2018 jam 09.00 WIB.
Kapolsek memang sengaja mengundang Kepala Sekolah untuk diskusi terkait kelanjutan sekolah anak Pelaku Penganiayaan Guru yang saat ini sedang duduk di kelas VI SD.

Sahdi menjelaskan hingga saat ini si Anak belum masuk sekolah. Ibu si Anak sudah pernah datang ke sekolah menjelaskan bahwa si Anak belum mau masuk sekolah dengan alasan malu dengan teman-temannya.

Atas penjelasan tersebut, Kapolsek meminta agar pihak sekolah Pro-Aktif mendatangi si Anak dan mengupayakan agar si Anak mau sekolah lagi.

"Anak tidak boleh jadi Korban akibat dari perbuatan Bapaknya. Apalagi ini menyangkut pendidikan yang berhubungan dengan masa depan si Anak. Hukum di negara kita melindungi anak,"ujar Kapolsek.

Dalam diskusi singkat tersebut, Pak Sahdi selaku Kepala Sekolah SDN 31 Emplasmen PTPN XIII Gunung Meliau menyanggupi akan mendatangi si Anak dan membujuk agar mau kembali sekolah.

Pak Sahdi juga menjelaskan bahwa bila memang si Anak tidak mau lagi sekolah, masih ada kesempatan si Anak mengikuti ujian Paket A dan hasilnya juga akan bisa melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya yaitu SMP.

Diskusi ini merupakan Pro-Aktif dari pihak Polsek Meliau terhadap nasib si Anak akibat dari peristiwa terjadinya Penganiayaan oleh oknum orang tua murid terhadap Ibu Guru yang merupakan Wali Kelas anaknya pada hari Kamis tanggal 1 Maret 2018 lalu di lingkungan SDN 31 Emplasmen PTPN XIII Gunung Meliau.

Laporan Redaksi Betang Raya Post