Renungan Harian: Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Renungan Harian: Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan

Oleh: Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan, SH. SI.K, MM.


Seorang pria menikahi seorang gadis cantik.
Dia sangat mencintainya. Suatu hari sang istri mengalami penyakit kulit. Perlahan-lahan dia mulai kehilangan kecantikannya.

Kebetulan suatu hari suaminya pergi untuk tur. Ketika kembali ia mengalami kecelakaan dan kehilangan penglihatannya, namun kehidupan pernikahan mereka terus berjalan seperti biasa. Tapi seiring hari berlalu, sang istri kehilangan kecantikannya secara bertahap. Suami buta tidak menganggapnya dan tidak ada perbedaan dalam kehidupan pernikahan mereka. Dia terus mencintainya, demikian juga sang istri juga sangat mencintainya.

Suatu hari sang istri meninggal. Kematiannya membawa kesedihan yang mendalam bagi sang suami. Dia menyelesaikan acara penguburan dan ingin meninggalkan kota itu.

Seorang pria dari belakang menyapa dan mengatakan, sekarang bagaimana Anda akan menjalani semuanya sendirian? Selama ini istri Anda biasanya membantu Anda. Dia menjawab, sebenarnya saya tidak buta, saya berpura-pura, karena jika dia tahu aku bisa melihat keburukan dirinya, itu akan menyakitkan dirinya lebih dari penyakitnya. Jadi saya pura-pura buta. Dia adalah seorang istri yang baik, Aku hanya ingin membuatnya bahagia.
Terkadang bagus bagi kita menutup mata dan mengabaikan kekurangan orang lain agar supaya selalu menjadi bahagia.

Tidak peduli berapa kali gigi menggigit lidah, mereka masih tinggal bersama dalam satu mulut.
Itulah semangat TOLERANSI (TEPO SLIRO).

Meskipun kedua mata tidak melihat satu sama lain, mereka melihat hal-hal bersama-sama, berkedip secara bersamaan dan menangis bersama-sama.
Itulah PERSATUAN.

Semoga ALLAH SWT, Tuhan YME memberikan kita semua semangat TOLERANSI dan PERSATUAN dalam kehidupan berbangsa bernegara .

1) Sendirian, saya bisa '#berkata',
 tetapi bersama-sama kita bisa '#berbincang'.
2) Sendirian, saya bisa '#menikmati',
tetapi bersama-sama kita bisa '#merayakan'.
3) Sendirian, saya bisa '#tersenyum',
tetapi bersama-sama kita bisa '#bersenda_gurau'.

Itulah keindahan hubungan manusia. *#Kita_bukanlah_apa_apa_tanpa_satu_sama_lain*.
Tetaplah saling bersilaturachmi, berhubungan.

Silet cukur itu tajam,
tetapi tidak dapat memotong pohon;
Kapak itu kuat tapi tidak bisa memotong rambut.

Wisdom:
Semua orang penting menurut tujuan uniknya masing-masing.
Jangan pernah memandang ke bawah (rendah) kepada siapa pun, kecuali kita mengagumi sepatu mereka.
Jangan pernah memandang perbedaan kecuali untuk saling mengenali

*Sediakan waktu utk hidup dalam Komunitas yang penuh keberagaman*, hidup ini anugerah, jadikan hidup Kita signifikan (berdampak buat banyak orang).
The best is yet to come. (Yang Terbaik pasti datang dalam hidup kita). Amin.

#polripromoter
#poldakalbarberkibar
#polressanggaubersinar
#salam4S
#speedsmartsolidstrong