Dilarang Liputan Rapat HGU PT. AAL, IWAS Dan IWO Sekadau Lapor Polisi

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Dilarang Liputan Rapat HGU PT. AAL, IWAS Dan IWO Sekadau Lapor Polisi

Oleh : Ka. Biro Betang Raya Post Sekadau, Asmuni

SEKADAU- Kejadian Penghalangan wartawan untuk meliput kegiatan rapat pemeriksaan dan  penelitian tanah atas permohonan Hak Guna Usaha HGU) PT. Agro Anugerah Lestari (ALL) membuat Wartawan Sekadau yang didampingi IWAS dan IWO Sekadau membuat laporan ke Polres Sekadau, Jum'at (18/5/18).

Kejadian itu saat Wartawan Betang Raya Post Kepala Biro Sekadau, Asmuni' ingin meliput acara tersebut. Saat hendak masuk ruangan Aula, "tiba-tiba dihadang oleh salah seorang dari pihak perusahaan seraya ia katakan," ini rapat intern tidak boleh diliput!, "demikian kata dia.

Kejadian ini bukan hanya terjadi dengan wartawan BRP saja namun juga terjadi pada wartawan Detik Kasus dan Suara Kalbar.

Penghadangan terhadap para wartawan oleh pihak perusahaan dianggap melanggar
UU Pers No 40/1999 pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) yang berbunyi, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pasal tersebut diatas, dipidana dengan pidana penjara paling lambat 2 tahun.

Menyikapi hal ini Ketua Ikatan Wartawan Sekadau (IWAS) Stepanus Renta katakan, atas kejadian ini pihak perusahaan kami anggap sudah berusaha menghalang-halangi tugas jurnalis. Padahal peserta rapat terdiri dari unsur Kepala Daerah, Kepala OPD, unsur Forkompimca dan unsur perangkat Desa diwilayah kerja PT. AAL ujar Stepanus, Jumat (18/5/18)

Menurutnya, ini rapat masalah pemeriksaan dan penelitian tanah atas permohonan HGU salah satu perusahaan yang mana, masyarakat berhak mengetahui. Apalagi, rapat ini masalah pemeriksaan tanah atas permohonan HGU jadi tidak ada yang disembunyikan.

Kalau masih ada yang hendak di rahasiakan, itu berarti sudah ada pelanggaran UU Kerterbukaan Impormasi Publik (KIP) yang dilakukan oleh perusahaan," paparnya.

"Oleh karena itu, kita minta pihak kepolisian segera menindak tegas pelaku yang berusaha Menghalang-halangi tugas wartawan dan wartawati, "tegas Stepanus akrab disapa 'Joy.

Hal yang sama juga di kata oleh Antonius Sutarjo ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) kabupaten Sekadau.
Ia meminta aparat tidak menunda-nunda pemeriksaan kasus ini. Karna, menghalang-halangi tugas wartawan adalah pelanggaran berat. Sebab, mereka sudah berusaha menutupi impormasi yang seharusnya diketahui oleh publik.

Kita ingin hal seperti ini tidak terulang lagi, karna menurut Tarjo pekerjaan wartawan adalah pekerja mulia. Karna, pekerjaan wartawan dalam tugasnya menyampaikan fakta dan berita yang benar kepada publik.