Ketua GNPK RI: PT. AAL Hadang Wartawan, Ada Apa Dibalik Semua Itu

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Ketua GNPK RI: PT. AAL Hadang Wartawan, Ada Apa Dibalik Semua Itu

Oleh : Ka. Biro Betang Raya Post Sekadau, Asmuni

SEKADAU, BRP - Terkait kejadian penghadangan terhadap wartawan untuk meliput kegiatan rapat pemeriksaan dan  penelitian tanah atas permohonan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Agro Anugerah Lestari (ALL) di Aula Hotel Pondok Indah Sekadau, Kamis (17/5/18), dikritik keras  oleh Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten Sekadau, Drs. Paulus Subarno, M.Si.

Ia mengatakan, hal-hal yang bersifat umum tidak boleh disembunyikan dari masyarakat. Apalagi kata dia, ini berkaitan dengan kepentingan umum bukan hanya kepentingan pihak perusahaan saja," ucapnya, Sabtu (19/5/18).

Apalagi, rapat ini dihadiri oleh Bupati Sekadau, Forkopimda dan Forkompinca. Nah seharusnya ini transparan dan terbuka untuk umum," kata mantan anggota DPRD 3 periode ini.

"Kita juga patut mempertanyakan, ada apa dibalik semua ini sehingga rekan-rekan wartawan sampai diusir dan tidak boleh meliput," ujarnya.

Kita berharap bagi rekan-rekan wartawan yang merasa haknya di kebiri oleh perusahaan supaya menindaklanjuti hal ini. Kalau memang melanggar UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 silakan melapor kepihak Kepolisian," tegasnya.

"Apabila hal ini dibiarkan, untuk kedepannya apabila ada rapat pihak perusahaan ya' bisa saja mereka tidak mau di ekspos," kesalnya.

Tentu kata dia, yang dirugikan itu masyarakat' karna masyarakat yang menjadi obyek dari  perusahaan dalam menjalankan usahanya.

"Kita berharap pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan rekan-rekan wartawan dan diselesaikan secara hukum yang berlaku," ucapnya.

Kita sangat mendukung atas hal-hal yang sudah dilakukan oleh rekan-rekan wartawan karna, selama ini biasanya perusahaan terkesan tertutup walaupun sebenarnya berkaitan dengan masalah kepentingan umum dan masyarakat," kata Subarno yang juga sebagai tokoh masyarakat.