Cornelis: Kualitas Birokrasi Menuju Indonesia Maju

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Cornelis: Kualitas Birokrasi Menuju Indonesia Maju


Foto: Drs. Cornelis, MH


LANDAK - Anggota DPR RI Komisi II Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1 Drs. Cornelis, MH menghadiri Rapat kerja dengan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Mentri Dalam Negeri RI, Mentri Hukum dan HAM RI, Serta Mentri Keuangan RI Secara Virtual dan fisik dengan berpedoman Protokol Kesehatan COVID-19, Senin 18-01-2021.


Cornelis menyampikan bahwa pada saat ini pemerintah memandang masih belum perlu melakukan perubahan terhadap UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN justru sangat diperlukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam melakukan reformasi birokrasi khususnya mendorong peningkatan kualitas birokrasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju.


"UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN merupakan komitmen seluruh komponen bangsa dan sangat diperlukan dalam mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan VisiIndonesia Maju," ujar Cornelis.


Cornelis juga menyampikan Pelaksanaan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN sudah mulai memberikan hasil yang positif terhadap pelaksanaan sistem merit yang sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas birokrasi pemerintah dalam menghadapi kompetisi tingkat regional/global.


"Pada saat ini pemerintah sedang berupaya menyusung rand design Manajemen ASN dalam menghadapi tatanan kenormalan baru dalam kerangka sistem merit",terang Cornelis.


Ia juga mengatakan Peran KASN masih sangat diperlukan untuk mengawal dan mengawasi penerapan sistem merit secara independen.


"Dalam hal kesejahteraan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pemerintah pada dasarnya sudah melakukan pengaturan tersendiri tentang manajemen PPPK", Katanya.


Penyelesaian tenaga honorer, tidak perlu dimasukan kedalam undang-undang Sambung Cornelis, karena pada saat ini pemerintah terus berupaya melakukan penyelesaiannya melalui skema PPPK.


"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku Instansi pembina Jabatan Fungsional Guru pada Tahun Anggaran 2021 merencanakan melakukan rekrutmen PPPK untuk Tenaga Guru  (kebutuhan 1 juta guru, sejumlah 34.954 telah direkrut melalui seleksi PPPK tahun 2019), Tutup Cornelis.