DAD Kecamatan Mediasi Kasus Sengketa Tanah Wakaf

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

DAD Kecamatan Mediasi Kasus Sengketa Tanah Wakaf


Laporan: Niko


KEMBAYAN - Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kembayan mediasi sengketa tanah wakaf milik Nurul Iman Desa Tanjung Merpati, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (21/4/2021).


Mediasi yang dilaksanakan di Gedung Peremuam Umum (GPU) Benua Sompe Kantor Camat Kembayan ini, dipimpin oleh Ketua DAD Kecamatan Kembayan Yoseph Andi, SP, dihadiri oleh Camat Kembayan, Kapolsek Kembayan, Danramil Kembayan, Pengurus DAD Kecamatan Kembayan, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kecamatan Kembayan, Temenggung Tatei Jabu, Kades Tanjung Merpati, Temenggung Adat Melayu, Pateh Kembayan Kota, pihak Nazir Wakaf Nurul Iman dan Pihak keluarga Jepisen Prima Piten.


Kasus ini bermula saat pihak Nazir Wakap Nurul Iman menyampaikan kepada Jepisen Prima Piten bahwa bangunan berupa rumah kediamannya berada di atas tanah wakaf milik Nurul Iman, sesuai dengan putusan Pengadilan Agama Sanggau: Nomor: 0166/Pdt.G/2017/PA.Sgu, tanggal 31 Januari 2018.


Nazir Tanah Wakaf Nurul Iman meminta agar Jepisen Prima Piten secara sukarela mengosongkan tanah tersebut, namun melalui Sebastianus Disin (Ayah kandung Jepisen Prima Piten) pihaknya memberikan keterangan bahwa tanah dimaksud sudah ditebus dengan harga Rp 800.000,- pada tahun 1999 lalu, sehingga Sebastianus Disin membangun rumah, menempati dan menguasai tanah tersebut.


Dalam pertemuan ini, pihak Jepisen Prima Piten yang disampaikan oleh Sebastianus Disin, ayah kandungnya meminta kepada Nazir Wakap Nurul Iman untuk memberikan tanah seluas 2.500 M².


Menanggapi hal tersebut Pihak Nazir Wakap Nurul Iman akan melaksanakan memusyawarah dalam tempo 7 hari kalender terhitung dari tanggal 21 April 2021 sampai dengan 27 April 2021.


Tanggungjawab pengganti tanah untuk pihak Sebastianus Disin menjadi tanggungjawab pihak yang telah menjual tanah wakaf yakni Badat dari Tanap dan Hamdan asal Kembayan.


Ditegaskan juga dalam pertemuan tersebut, apabila tidak ada titik temu maka mandat mediasi dikembalikan kepada kedua belah pihak untuk melaksanakan proses tindaklanjutnya.