Perpustakaan Apung Menjawab Keresahan Literasi Baca Tulis Anak Perbatasan

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Perpustakaan Apung Menjawab Keresahan Literasi Baca Tulis Anak Perbatasan



Tulisan Rufina Sekunda


SANGGAU - Mengutip dari laman PISSA Programme for International Student Assessment pada tahun 2015 Indonesia mendapat ranking yang tidak bisa dibilang membanggakan yaitu ranking 62 dari 70 negara dalam literasi baca dan tulis. 



Hal ini di perparah dengan release dari Central Connecticut State University (CCSU) pada 2016. Menurut CCSU, Indonesia menduduki urutan ke-60 dari 61 negara dalam perkara literasi masyarakat. Sedangkan kompetensi manusia Indonesiaa 2045 yang artinya 100 tahun sudah  merdeka masyarakat Indonesia harusnya memiliki kemampuan literasi baca dan tulis yang paripurna. 


Dalam diskusi dengan pengelola Perpustakaan Apung di batas negeri, Ibu Mila Nurbaiti yang juga merupakan Kepala TK Tunas Harapan Merakai menyatakan;  bahwa bantuan dan perhatian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan operasional Perpustakaan Apung di batas negeri. Adapun tujuan operasional dari Perpustakaan Apung di batas negeri meliputi Desa Kebangak, Desa Wirayuda, Dusun Sekapat, Desa Tirta Karya, Dusun Kedembak Merakai.


Perpustakaan Apung dibatas negeri tepatnya di Merakai kecamatan Ketungau tengah, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, merupakan bentuk inisiasi KODIM 1205 Sintang, melalui program TMMD sintang dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sintang yang di launching pada Oktober 2020. 


Dandim 1205 Sintang, Letkol INF Eko Bintara Saktiawan, bahwa bantuan ini diberikan agar dapat menjadi wahana belajar dan membantu anak-anak saat pola belajar berubah karena pandemic covid 19. 


Perpustakaan Apung di batas negeri bisa berkembang dan berkelanjutan, agar mendatangkan nilai manfaat bagi anak-anak perbatasan, yang merupakan generasi penerus dalam menjaga NKRI di batas negeri. Kebermanfaatan baru akan terasa jika ada kerjasama.