Wabup Sintang Tinjau Proyek Pembangunan di Kawasan Perbatasan

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Wabup Sintang Tinjau Proyek Pembangunan di Kawasan Perbatasan


Oleh Victor Emanuel


SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto melakukan kunjungan kerja ke kawasan perbatasan untuk meninjau sejumlah proyek pembangunan yakni Jembatan Ketungua III Sui Kelik, PLBN Sui Kelik dan Puskesmas Jasa, Jumat (6/8/2021).


Dalam kunker tersebut, Wakil Bupati di dampingi Asisten Perekonomian & Pembangunan Sekretariat Daerah Kab. Sintang Yustinus J, Kasat Pol PP Kab. Sintang Martin Nandung, Kepala Bidang Koordinasi, Perencanaan, Fasilitasi dan Kerjasama Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kab. Sintang Ramdy Nahum, Staf Kesbangpol Kab. Sintang dan Staf Dinkes Kab. Sintang. 


Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto mengatakan progres pembangunan jembatan Ketungau III yang merupakan akses menyebrangi Sungai Kelik menuju lokasi PLBN berlangsung baik. Dimana segala bahan material sudah tersedia semua di lokasi, karena untuk jembatan tersebut di targetkan selesai tahun ini.


"Melihat proses pengerjaan yang sedang berlangsung sekarang sudah berjalan dengan baik lah sesuai rencana, untuk jembatan tahun ini selesai, jalan 5 kilo aspal dan yang lainnya secara fungsional. Dan semua menggunakan APBN"kata Sudiyanto.


Terkait Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Sudiyanto menjelaskan bahwa target tahun ini akan di mulai kegiatan Land Clearing (pembukaan/pembersihan lahan). Dimana lahan yang sudah di siapkan seluas 25 hektar.


"plbn itu sudah siap tanah 25 hektar, izin lahannyapun tidak ada masalah, tinggal proses land clearingnya lagi tahun ini, kita pemerintah sangat mensuport ya, semoga semuanya berjalan seusai rencana, karena plbn ini merupakan wajah Indonesia di perbatasan, sehingga nanti memberikan dampak bagi kemajuan daerah perbatasan, tentunya masyarakat lah yang akan merasakannya"ujar Sudiyanto.


Sudiyanto juga meninjau atau mengecek dua titik patok batas RI-Malaysia yakni H.499/20 dan H.499/21 di dampingi Danpos Satgas Pamtas Sui Kelik, Letda Inf. Dedi S. Sudiyanto pun menerima laporan bahwa situasi di tapal batas saat ini aman dan kondusif, karena setiap bulan Satgas Pamtas Sui Kelik melakukan patroli baik mengecek patok batas dan hal-hal lainnya.

"Kondisi aman, karena setiap bulan itu di cek masalah patok-patok batas negara dan tidak ada perubahan, mereka secara rutin itu mengecek patok-patok, karena kadang tetimpa tanah longsor, kalau diubah atau di pindahkan nda ada"beber Sudiyanto.


Danpos Satgas Pamtas Sui Kelik, Letda Inf. Dedi S, saat mendampingi Wakil Bupati Sintang, mengatakan untuk pengecekan patok tapal batas memang rutin di lakukan setiap bulannya, dimana setipa kali pengecekan di turunkan 5 orang personel Satgas Pamtas. Dimana Satgas Pamtas yang sedang menjalankan tugas saat ini di Pos Pamtas Sui Kelik yakni dari Bayalyon Infanteri 144/Jaya Yudha, Kodam II/Sriwijaya.


"pengecekan seluruh patok tapal batas RI-Malaysia ini dilaksanaakan patroli setiap sebulan sekali, dimana setiap kali pengecekan kita menurunkan 5 orang personel. Pengecekan atau patroli ini bertujuan untuk melihat kondisi patok batas, karena sering tertimpun tanah longsor, mengalami pergeseran dan hal-hal lainnya. Situasi keamanan disini pun aman terkendali pak"ujar Letda Inf. Dedi. 


Kepala Bidang Koordinasi, Perencanaan, Fasilitasi dan Kerjasama Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kab. Sintang Ramdy Nahum, menegaskan untuk PLBN Sui Kelik memang di target tahun 2021 ini sudah di lakukan land clearing, kemungkinan dalam waktu dekat, karena proses lelangnya sudah selesai dan tinggal menunggu proses kontrak saja.

"Kapan mulai land clearingnya belum tau pasti, yang pasti tahun ini mulai, karena kegiatannnya di balai pengembangan infrastruktur wilayah di pontianak, proses lelang sudah selesai, kalau sudah berkontrak mungkin bulan depan sudah mulai"ujar Nahum.


Untuk anggaran land clearing, di jelaskan Nahum, sekitar 20 miliar bersumber dari APBN 2021. "Land clearing ini proses pekerjaannya sekitar 6 bulan, sehingga untuk pembangunan sarana dan prasaran fisiknya 2022 nanti di mulai yang anggaranya secara multiyes, karena target 2024 PLBN Sui Kelik sudah selesai pembangunannya"jelas Nahum.


Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kab. Sintang, Yustinus mengatakan Pemkab Sintang terus mendorong dan mendukung seluruh proyek pembangunan di kawasan perbatasan baik itu infrastruktur jalan, jembatan hingga bangunan fisik PLBN Sui Kelik semua berjalan sesuai rencana yakni 2024 sudah rampung semua, sehingga segera di operasionalkan.


"Kita pemerintah daerah terus mendorong dan mensuport kegiatan-kegiatan pemerintah di perbatasan terutama yang bersumber dari APBN, untuk terus di kejar pekerjaannya, karena dampak dari pembangunan inikan baik itu jalan, jembatan Ketungau III Sui Kelik inikan luarbiasa terutam ketika nanti PLBN akan di buka, itu akan mempermudah akses keluar masuk masyarakat kita ke luar negeri begitu juga sebaliknya"kata Yustinus.


Keberadaan PLBN Sui Kelik itu kata Yustinus akan sangat besar dampaknya bagi masyarakat setempat, dalam segala sektor, terutama di sektor ekonominya akan pasti tumbuh. 


Sementara itu, terkait Puskesmas Jasa, Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto melihat langsung kondisi Puskesmas tersebut, karena hingga saat ini belum di fungsikan. Puskesmas Jasa sendiri sudah selesai pembangunannya sejak 2020 lalu.


"Kita lihat secara fisik sudah bisa di pakai, kita berharap segera di fungsikan, cuman apa kendala pastinya dinkes yang tau, nanti akan kita komunikasikan"kata Sudinyanto.


"Kita berharap minimal pelayanan dasarlahnya segera di lakukan, karena yang pasti sangat di perlukan masyarakat di perbatasan dalam hal pelayanan kesehatan"harap Sudiyanto.


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kab. Sintang, Yustinus J, juga meminta instansi terkait segera menyelesaikan proses izin operaional puskesmas tersebut, karena dia, sangat di sayangkan sekali, bangunan yang begitu megah, dibangun dengan anggaran miliyaran rupiah sudah selesai pembangunan, hampir 2 tahun tapi belum difungsikan.


"Kita berharap agar segera di operaionalkan, karena bangunan yang begitu megah di bangun dengan uang miliyaran rupiah sudah hampir 2 tahun tidak di fungsikan, ini malah akan cepat rusak bangunannya"harap Yustinus.


"Maka kita akan mendorong instansi terkait bagaimana agar puskesmas ini bisa segera beroperasi, termasuk terkait status operasionalnya"tambah Yustinus.


Keberadaan Puskesmas Jasa ini lanjut Yustinus sangat berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat setempat, karena hal sangat penting.


"Kemudian pemeliharaan gedung puskesmas juga akan terpelihara kalau gedung ini segera kita fungsikan, kalau kita biarkan lama-lama akan rusak dengan sendirinya, kan sangat di sayangkan sekali nantinya"ujar Yustinus.