Cornelis Sorot Kasus Stunting, Ini Infonya

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Cornelis Sorot Kasus Stunting, Ini Infonya


LANDAK - Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak karena disebabkan oleh kekurangan gizi.


Hal ini di sampaikan oleh anggota komisi II DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1, Badan anggaran DPR-RI dan Tim pengawas DPR RI Bidang Pengawasan Perbatasan Drs. Cornelis, M.H saat melaksanakan kunjungan kerja perorangan atau reses masa persidangan 1 Tahun Sidang 2021-2022, Di Kecamatan Sompak Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Minggu (24/10/21) kemarin.


"Stunting ini penyebab utamanya adalah pertama kawin muda, serta orang tua belum bisa memberikan gizi yang cukup, selain itu faktor ekonomi yang membuat ketidak mampuan untuk menyediakan kebutuhan gizi", ujar Cornelis kepada awak media, Senin (25/10/21) di kediamannya di Ngabang.


Cornelis menyampikan dari data yang telah di sampikan puskesmas sompak penyebab Stunting di Kecamatan Sompak di akibatkan Asupan gizi selama kehamilan kurang terpenuhi, Pemberian MP-ASI pertama kali yang kurang tepat, serta Masih adanya anggapan bahwa makanan terbaik harus diberikan kepada ayah sebagai kepala keluarga.


"Selain itu Pemanfaatan pekarangan yang kurang disebabkan karena adanya ternak yg masih berkeliaran, Faktor lingkungan (ketersediaan jamban sehat), Pola asuh,

Penyakit infeksi yang diderita oleh balita dan Daya beli yang kurang menyebabkan konsumsi pangan dan gizi tidak dapat terpenuhi", ucap Cornelis.


Saat di hubungi awak media Kapus Sompak Nela menyampikan langkah pemerintah melalui puskesmas sompak kabupaten Landak untuk menangani Stunting di Kecamatan Sompak Yaitu Pemberian MP-ASI biscuit bagi ibu Hamil KEK dan Balita dengan status gizi kurang

Pencanangan GERMAS dimasyarakat dan adanya Program PIS-PK.


"Dan Pemberian Edukasi Gizi tentang Isi Piringku, Pemberian Makanan Tambahan Bagia Anak, Pemberian Tablet Tambah Darah bagi ibu hamil dan Remaja Putri, serta 

Adanya Kader Pembangunan Manusia (KPM)di setiap Desa", ujar Nela.


Penanganan stunting ini, sambung Nela puskesmas Sompak memberian MP-ASI diberikan setiap bulan, menEdukasi dilakukan secara terus menerus dan secara rutin dilakukan minimal 3 bulan sekali,

Tablet Tambah Darah diberikan setiap bulan bagi ibu Hamil di posyandu dan di puskesmas serta diberikan juga kepada Remaja Putri di sekolah.


"Data Tahun 2020 ada 209 anak, dengan kasus terbanyak usia < 2 tahun, ada di desa Sompak sebanyak 25 anak, usia > 2 tahun ada 33 anak di Desa Lingkonong", tutup Nela.