Soal Telekomunikasi, Krisantus Kurniawan Sebut Ini Solusinya

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Soal Telekomunikasi, Krisantus Kurniawan Sebut Ini Solusinya



SANGGAU - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Kalbar II, Krisantus Kurniawan menyampaikan, selain pandemi Covid-19 masyarakat Indonesia khususnya Kalbar juga mengalami masalah jaringan telekomunikasi. 


Menunjang dunia pendidikan, mendekatkan akses masyarakat tentu sekarang telekomunikasi merupakan urat nadi perekonomian dan kehidupan seluruh masyarakat Indonesia.


"Oleh sebab itu, Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Komisi I DPR RI telah menyetujui di tahun anggaran 2021 ada sekitar 4.200 titik BTS kalau tidak salah saya. Kemudian di tahun 2022 itu ada 4.019 titik,"ungkap Krisantus.


Jumlah itu tersebar di seluruh penjuru Republik Indonesia, tentu lebih memprioritaskan daerah-daerah yang memang blank spot, daerah yang belum ada sinyal internet, belum ada sinyal telekomunikasi. 


Di Kalbar sekitar 721 titik tower BTS, dan di Kabupaten Sanggau ada sekitar 86 titik. 


"Bukan towernya yang penting, tapi jaringan atau sinyalnya,"tuturnya.


"Saya yakin dan percaya kalau semua sudah dipasang 721 titik itu tentu sedikit sekali daerah yang blank spot. Karena mereka saling menguatkan, antara titik satu dengan titik lain. Sambung menyambung. Kalau lah ada, nanti baru kita usulkan lagi,"tambahnya.


Selain itu lanjut Krisantus, tujuan tower BTS adalah untuk menunjang program pemerintah tentang ASO (Analog Switch Off) yang artinya peralihan dari televisi analog ke televisi digital. Target pemerintah tahun 2022 semua televisi sudah dengan siaran digital. Lebih jernih, lebih bersih, lebih canggih. Tidak ada lagi televisi analog.


"Televisi analog, bagi Masyarakat-masyarakat yang belum mampu, Pemerintah sudah menyiapkan yang namanya Set Top Box (STB) Itu sekitar 8 juta. Sudah dihitung, sudah disurvei, sekitar 8 juta penduduk kita yang belum memiliki televisi layar datar. Itu perlu ditambah alat yang namanya STB,"ujarnya.


Nantinya tentu dibagikan kepada masyarakat yang belum memiliki televisi layar datar atau masih menggunakan televisi tabung. Itu dibantu STB, Sehingga mereka dapat menerima siaran televisi digital.