Peduli Kesehatan Rakyat, Cornelis Bagikan Makanan Tambahan Anak dan Ibu Hamil

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Peduli Kesehatan Rakyat, Cornelis Bagikan Makanan Tambahan Anak dan Ibu Hamil


Oleh Firmus


PONTIANAK - Anggota DPR RI Drs Cornelis MH melakukan kunjungan kerja diluar masa reses dan masa sidang DPR ke daerah pemilihan I Provinsi Kalimantan Barat.



Tempat kegiatan di RM Anggrek di Jl Parit H. Husin II Kota Pontianak, 26 November 2021.



Kediaman Paulus Mursalim Anggota DPRD Komisi I Provinsi Kalimantan Barat Jl BLKI GG. Tunas Bhakti Kota Pontianak. Apui di jalan Setia budi Kota Pontianak, tanggal 27 November 2021. 



Rumah kediaman Panglima Saka / Guntur di Kampung Gunung Puncak Rebung Kubu Raya tanggal 28 November 2021.


Materi kegiatan intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Natal tahun 2021 dan tahun baru 2022.



Sosialisasi peniadaan mudik Nataru kepada warga masyarakat dan masyarakat perantau yang berada di wilayahnya dan apabila terdapat pelanggaran maka dilakukan pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

"Bagi masyarakat untuk tidak berpergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak primer/tidak penting/tidak mendesak; dan pengetatan arus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru,tetap melaksanakan Prokes,"himbau Cornelis.



Mencegah penyebaran Covid-19, masyarakat harus mencuci tangan hingga bersih adalah salah satu protokol kesehatan yang cukup efektif untuk mencegah penularan virus corona.


"Mencuci tangan setidaknya selama 20 detik beberapa kali sehari, terutama sebelum memasak atau makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah menutup hidung saat batuk atau bersin,"saran Cornelis.



Untuk membunuh virus dan kuman-kuman lainnya, gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya dengan kadar 60 persen. 


Memakai masker pada awal pandemi virus corona tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa penggunaan masker hanya direkomendasikan untuk orang sakit, bukan orang sehat. Namun, virus corona jenis SARS-CoV-2 yang merajalela hingga saat ini membuat protokol kesehatan bisa berubah-ubah seiring bergulirnya waktu.

Beberapa waktu selang kebijakan WHO di atas, WHO akhirnya mengeluarkan himbauan agar semua orang (baik yang sehat atau sakit) agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kebijakan WHO ini juga sempat ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo.


Penggunaan masker di dalam rumah perlu dilakukan ketika terdapat anggota keluarga yang terinfeksi COVID-19. Terdapat anggota keluarga yang berpotensi terkena COVID-19 karena aktivitas di luar rumah. Merasa terjangkit atau mengalami gejala COVID-19. Ruangan sempit, tidak bisa menjaga jarak minimal dua meter.


Menjaga jarak protokol kesehatan lainnya yang perlu dipatuhi adalah menjaga jarak. 


Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.


Menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplets dari orang yang bicara, batuk, atau bersin, serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan. 


Bila tidak memungkinkan melakukan jaga jarak, maka dapat dilakukan berbagai rekayasa administrasi dan teknis lainnya. 

Rekayasa administrasi dapat berupa pembatasan jumlah orang, pengaturan jadwal, dan sebagainya. 


Sedangkan rekayasa teknis, antara lain dapat berupa pembuatan partisi, pengaturan jalur masuk dan keluar, dan sebagainya.


Masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak dan sering bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus corona pun semakin tinggi.


Oleh sebab itu, hindari tempat keramaian terutama bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). 


Menurut riset lansia dan pengidap penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona. 


Mengurangi mobilitas, Virus penyebab corona bisa berada di mana saja. Jadi, semakin banyak dirimu menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula terpapar virus jahat ini. Oleh karena itu, bila tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah.


Meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama. Pasalnya, virus corona dapat menyebar dan menginfeksi seseorang dengan cepat.


Perpres no 72 tahun 2021 tentang percepatan penuruan stunting memerlukan intervensi spesifik  dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara  holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi,  sinergi, dan sinkronisasi di antara  Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kab/Kota , Pemerintah Desa dan pemangku kepentingan dalam bentuk percepatan penurunan stunting.


Pada kesempatan itu, Cornelis juga melakukan pembagian APD ( masker dan hand sanitizer ). Pembagian makanan tambahan untuk anak dan ibu hamil.