Cornelis: Desa Siap Awasi Penyelenggaraan Pemilihan Umum

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Cornelis: Desa Siap Awasi Penyelenggaraan Pemilihan Umum





LANDAK - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1 Drs. Cornelis, M.H Menghadiri launching Desa Siaga Pemilu ( Desa Siap Awasi Penyelenggaraan Pemilihan Umum ) oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Landak, di Desa Tiang Tanjung Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Beberapa hari lalu.


Saat itu hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, ketua Bawaslu Landak, Camat Mempawah Hulu, Kapolsek mempawah hulu, Danramil Mempawah Hulu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tamu Undangan Lainya.


Kepada awak media Cornelis menyampaikan bahwa dalam sambutannya menjelaskan apa makna dan tujuan dari Pemilu itu, selain itu dirinya menyampaikan mengapa harus ada Desa Siaga Pemilu. Hal tersebut dilaksanakan Agar pemilu itu dapat diawasi oleh masyarakat untuk memilih para pemimpin.


"Pemilu juga untuk perubahan kekuasaan, pengambilan kekuasaan secara sah, dasarnya adalah UUD 1945 dan di keluarkan dengan peraturan-peraturan undang-undang tentang pemilu, dikeluarkan dengan peraturan-peraturan Bawaslu supaya pemilu itu bisa berjalan," ucap Cornelis kepada awak media di kediamannya di Pontianak. Sabtu, (17/12/2022).


Lebih lanjut Cornelis menyampaikan Sistem Negara demokrasi itu pemimpinnya dipilih secara sah melalui pemilihan umum, yang disebut demokrasi dari rakyat untuk rakyat, perebutan kekuasaan secara sah berdasarkan undang-undang Dasar.


"Kita ini telah di atur dalam Undang-undang Dasar 1945 yang telah disebutkan bahwa penyelenggaraan Pemilu itu adalah KPU, BAWASLU dan DKPP, di tuangkan dalam perundang-undangan pemilu, dengan undang-undang pemilu keluarlah peraturan KPU, peraturan Bawaslu," jelas Cornelis.


Dikatakannya, Pemilu itu bisa berjalan secara demokrasi karena kita bukan negara kerajaan, negara kita adalah negara demokrasi yang di pilih oleh rakyat untuk rakyat, makanya suara rakyat adalah suara Tuhan.


"Apa pun alasannya begitu selesai masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD serta kepala daerah pemilu harus dilaksanakan. Rakyat juga harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku, rakyat juga harus ikut mengawasi jalanya proses pemilu, karena proses pemilu sekarang ini telah berjalan, salah satu diantaranya rekruitmen untuk pengawasan kecamatan, rekruitmen untuk penyelengara pemilihan kecamatan," tuturnya.


Cornelis kembali mengingatkan untuk tidak sembarang dalam menentukan pilihan agar tidak ada penyesalan dikemudian hari, oleh karena itu kita harus berhati-hati, makanya diberikan pemahaman, serta penjelasan agar rakyat tidak salah memilih pemimpinnya.


"Selain dari pada itu, kita minta penyelenggara kedepannnya harus berupaya menyelenggarakan Pemilu dengan Indenpenden, jangan sampai penyelengara berat sebelah atau memihak salah salah satu Calon atau Pasangan. Rakyat adalah pengawas yang sangat efektif, karena rakyat itu ramai, selain itu didalam pengawasan melibatkan bukan hanya Bawaslu, tetapi ada Jaksa dan Polisi," tutup Cornelis.